Sondag 30 Junie 2013

tahap dan proses penulisan puisi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG

Walaupun bukan penyair profesional,sebenarnya hampir setiap orang dari kita pernah menjadi penyair,dalam arti memciptakan puisi. Pada saat – saat tertentu,misalnya ketika sedang bahagia,sedih atau pada saat-saat jatuh cintabanyak  dari kita tiba-tiba menjadi penyair. Pada saat seperti itu kita akan merekan dan mengekpresikan perasaan dan pengalaman kita dalam sebuah puisi. Dengan demikian, seetiap orang dapat di katakan  memiliki potensi untuk menjadi penyair atau penulis puisi.
Persoalannya kemudian, mengapa ada seorang penulis puisi yang kemudian berhak menyandang predikat penyair, dalam arti profesional, tetapi ada juga yang tidak berhak menyandang predikat itu? Tampak nya hal itu berkaitan erat dengan kualitas puisi yang diciptakannya. Kalau kita amati dan baca catatan proses kreatif sejumlah penyair di indonesia,kita akan mengetahui bahwa masalah kualitas dan predikat penyair ini berkaitan erat dengan kesungguhan,kualitas dan intensitas waktu dalam mennggeluti dunia penulisan puisi.


1.2  PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar balakang yang telah di kemukakan di atas maka makalah yang akan kami bahas danm penulisan puisi adalah:
1.      Tahap-tahap dalam proses penulisan puisi;
2.      Penulisan puisi.


1.3  TUJUAN PENULISAN
Untuk:
1.      Membantu dalam belajar menilis puisi,
2.      Menambah wawasan dan ketranpilan dalam menulis puisi,
3.      Mengetahui langkag-langkan dalam proses penulisan puisi.




BAB II
PEMBAHASAN
2.1     TAHAP-TAHAP PENULISAN PUISI
Sebelum seorang penyair berhasil menciptakan sebuah puisi,maka pada umumnya akan melewati sejumlah tahap. Utami Munandar ( 1993 ) menyimpulkan ada 4 tahap dalam proses pemikiran kreatif,yang juga berlaku dalam  proses penciptaan karya sastra,termasuk puisi. Keempat tahap tersebut adalah:

1.      Tahap persiapan dan usaha.

Pada tahap ini orang akan  mengumpulkan informasi dan data yang di butuhkan. Makin banyak pengalaman atau informasi yang dimiliki seseorang mengenai masalah atau tema yang digarapnya,makin memudahkan dan melancarkan perlibatan dirinya dalam proses tersebut ( Munandar,1993 ). Tahap pertama di mulai dengan tergeraknya hati seseorang untuk menulis puisi. Puisi bisa mengenai apa saja dan puisi mengenai apa saja bisa berarti apabila puisi itu benar-benar bernilai.

2.      Tahap inkubasi atau pengendapan.

Pada tahap ini semua informassi dan pengalaman yang di butuhkan serta berusaha dengan perlibatan diri sepenuhnya untuk menimbulkan ide-ide sebanyak mungkin., maka biasanya di perlukan waktu untuk mengendapkan semua gagasan tersebut,di inkubasi dalam alam prasadar. Pada tahap ini akan melakukan empati bagaimana seandainya kita sendiri yang mengalaminya.

3.      Tahap iluminasi

Pada tahap ini kita akan memcoba mengekpresikan masalah dalam sebuah puisi. dalam engekpresikan ide atau gagasan puisi dibutuhkan keterampilan berbahasa karena bahasalah yang akan di gunakan sebagai media ekpresi. Semakin sering kita menulis puisi,maka akan terampil mengekpresikan puisi dalam bahasa yang indaah yang estestis.
Tahap iluminasi ada yang perlu kita perhatikan,yaitu yang berkaitan dengan sifat ekpresi puisi secara keteristik berbeda dengan prosa. Mengenai hal ini A.W de Groot ( dalam Slametmuljana,1956 ) pernah mengatakan sebagai berikut.
Perbedaan pokok antara prosa ;

a.      Kesatuan- kesatuan korespondensi prosa yang berpokok adalah kesatuan sintaksis,kesatuan korespondensi puisi resminya- bukan kesatuan sintaksis-kesatuan akustis.
b.      Didalam puisi korespondensidari corak tertentu,yang terdiri dari kesatuan-kesatuan tertentu pula,meliputi seluruh puisi dari semula sampai akhir,kesatuan itu disebut baris sajak.
c.       Di dalam baris sajak ada periodositas dari mula sampai akhir.

Di samping itu, perlu juga di perhatikan perbedaan prosa dan puisi yang berkaitan dengan kadar kepadatan ekpresinya.ekpresi puisi bersifat padat. Sementara prosa tidak,seperti yang dikemukakan oleh Pradopo ( 1990 ) bahwa puisi itu hasil aktivitas yang memadatkan,sedangkan prosa hasil aktivitas yang menyebarkan. Contoh ekpresi yang padat dan tidak padat adalah sebagai berikut.

1.      Kibaran koran sore di tanganmu
Betapa indah dan memanggil-maggil
Mereka yang menunggu bis penjemput ke entah

2.      Dengan cekatan anak kecil itu melambai-lambaikan koran sore yang dibawanya kepada orang-orang yang berdiri menunggu datangnya bis di terminal itu. Beberapa orang tertarik untuk membelinya. Ada yang karena sekedar kasihan dengan si anak. Tetapi ada juga yang karena ingin mengutahui berita sore itu.
Dari dua contoh tersebut kita dapat merasakan bahwa contoh ( 1) memiliki ekpresi yang lebih padat dari pada contoh (2), sehingga dapat dikatakan(1) contoh puisi dan (2) contoh prosa. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada umumnya puisi mengekpresikan sesuatu secara tidak langsung. Ketidak langsunggan ekpresi tersebutdi sebabkan karena pergantian arti,penyimpangan arti,dan penciptaan arti. Oleh karena itu, di dalam puisi digunakan bahasa-bahasa kiasan seperti metafora,metonimia dan lain-lain.

4.      Tahap verifikasi
Pada tahap ini ketika seseorang penulis melakukan penilaian secara kritis terhadap karya seendiri. Bila perlu, karya tersebut dapat dimodifikasi,direvisi,di tambah,atau di hilangkan bagian-bagian yang yang tidak sesuai menurut perasaannya. Tujuannya dari verifikasi adalah untuk menghasilkan suatu karya yang siap untuk menghasilkan suatu karya yang siap untuk dikomunikasikan. Pada tahap ini pengarang akan mengambil jarak,melihat seperti sudut pandang orang lain,sehingga dapt memberikan tinjauan  secara kritis.

Di samping membangdingkannya dengan puisi karya orang lain,virifikasi juga dapat dilakukan dengan cara membahas atau mendiskusikannya dengan orang lain untuk mendapatkan masukan bagi penyempurnaan karya tersebut maupun karya selanjutnya.

Dari uraian tersebut kita sedah mengetahui  bahwa proses penulisan sebuah puisi melalui beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut sebenarnya sifatnya teoritis karen abagi para penyair profesional tahap-tahap itu tidak selalu di ikuti dengan ketat atau seluruhnya dilalui.


2.2     PENULISAN PUISI

Dalam kegiatan ini kita akan mempelajari perihal penulisan puisi anak-anak,puisi remaja,dan puisi dewasa. Perbedaan puisi menjadi puisi anak-anak,puisi remaja,dan puisi dewasa sebenarnya lebih didasarkan pada tingkat usia penulis puisi yang berkaitan erat dengan isi dan gaya ekpresinya.

a.      Penulisan Puisi Anak-anak

Orang biasanya menggolongkan anak-anak dalamkelompok usia prasekolah sampai dengan sekitar dua belas sampai lima belas tahun atau mereka sampai tingkat sekolah menengah. Usia mereka yang sangat erat dengan dunia, minat, cakrawala, pola pikir, serta kemampuan bahasanya. Hal itulah yang akan berpengaruh dalam aktivitas tulis-menlis,termasuk penlisan puisi.oleh karena itu,kalau kita berbcara tentang puisi anak-anak kita hatus memperhatikan hal-hal tersebut duiatas. Untuk mengetahui kateristik puisi anak-anak,perhatikan satu contoh puisi anak oleh Tyas Purbasari,8 tahun.

JAM

Aku punya jam baru
Hadiah dari ibu
Karena aku rangking satu
Jamku warnanya biru
Selalu menemaniku tidur
...

Dari contoh puisi ank-anak tersebut kita dapat melihat bahwa bahasa yang digunakan untuk mengekpresikan puisi tersebut amat sederhana. Kata-katanya sederhana,bersifat denokatif,ekpresi bersifat langsung,tetapi memiliki unsur kepuitisan, terutama dari pengulangan bunyi u di setiap akhir baris yang menyebabkan puisi enak dibaca. Dari contoh kita dapt menyimpulkan bahwa puisi anak pada umumnya memiliki ciri: ( 1 ) masalah sesuai dengan dunia dan pola pikir anak-anak,seperti sekolah,sesuatu yang disukai,pemujaan terhadap guru dan orang tua,(2) ekpresi cenderung langsung,93) bahasa denotatif,(4) singkat,(5) unsur kepuitisan dicapai lewat pengulangan kata dan bunyi.

b.      Penulisan Puisi Remaja
Mereka yang digolongkan remaja biasanya berkisar pada usia kurang lebih enam belas sampai dembilan belas tahun, atau mereka yang duduk di bangku SMP akhir sampai permulaan perguruan tinggi. Yang berbeda dengan minat kelompok usia anak-anak, pada kelompok usia mereka mulai tertarik pada masalah cinta murni,cinta di antara laki-laki dan perempuan yang suci bersih yang kadang-kadang hanya timbul dalam perasaan saja. Hal tersebut sesuai dengan perkembangan psikologis mereka pada usia remaja. Contoh puisi remaja oleh M.I. Irawan T. Sebagai berikut:

Kata Hati

Maafkanlah aku..
Bila aku membuatmu
Merasa terganggu
Dengan kehadiranku..
Di dalam hat, aku...
Aku mencintaimu
Dengan sepenuh hatiku
Dengan separuh jiwa ragaku..

Hanya kepadamu..
Berada di dekatmu...
Merasakan belaian kasih sayangmu
Merasakan kebaikan cintamu

Kepadamulah kus serahkan jiwaku..
Hidup matiku di tanganmu...

Maafkanlah aku
Cintaku....hanya untukmu...

Dari cintoh kalu kita simpulkan kateristik puisi remaja,maka dapat dikatakan bahwa puisi remaja: (1) tema-temanya yang di olah beragam. Mulai dari masalah cinta,pergaulan dalam dunia remaja,kepedulian terhadap lingkungan dan keadaan sekitarnya,sampai renungan kehidupan dan kematian,(2) ekpresi cenderung bersifat langsung,(3) penggunaan bahasa kiasan dalam taraf sederhana,(4) makna puisi mudah di pahami,(5) dibandingkan puisi anak-anak puisi yang singkat,puisi remaja lebih panjang.

c.       Penulisan Puisi Dewasa
Penyebutan puisi dewasa sebenarnya tidak lazim karena biasanya puisiyang ditulis oleh orang dewasa hanya di sebut puisi begitu saja. Dengan demikian,penyebutan tersebut hanya dengan knteks pengajaran puisi di sekolah dan dalam  rangka membedakanya dengan puisi anak-anak dan remaja. Contoh puisi dewasa leh Goenawan Mohamad:

Bintang Kemukus

Bintang kemukus
Lewat lalu rayap

Hampir tak terlihat
Isyarat itu

Mengapa  engkau terkesiap: wadah
Atau ketakutankah
Yang menunggumu,yang menunggumu?
Tidak. Tidak. Tidak .

Hidup hanya sehimpun headline
Keyika kita lewat terbaca
Huru-hara yang habis di halaman lain
Di sebuah dunia,kita tak tahu lagi di mana
( Goenawan Mohamad,1992)

Dari contoh kita mengetahui bahwa puisi orang dewasa cendrung memiliki ciri struktur yang lebih kompleks,baik ekpresinya maupun bahasanya. Bahkan ada puisi yang maknanya  amat susuh di pahami seperti contoh diatas.




























BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN
Demikianlah makalah puisi kami buat,untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi kami dan pembaca. Kesimpulan dari makalah kami adalah tahap-tahap dalam proses penulisan puisi ada 4 yaitu tahp persiapan dan usaha,tahap inkubasi atau pengendapan,tahap iluminasi dan tahap verifikasi. Dan penulisan puisi terbagi 3 yaitu penulisan puisi anak-anak,penulisan puisi remaja,dan penulisan puisi dewasa. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pembaca yang sudah memberikan seluruh perhatiannya kepada makalah ini,dan yang telah memberikan kritik serta saran yang sifat membangun.


























DAFTAR PUSTAKA


Danamo, Saparda Djoko. 1984. Sihir Hujan. Kualalumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia.

Hadi, W. M. Abdul. 1984. “ Bertemu Saya dengan Syeh Siti Jenar,” dalam Dua Puluh Sastra Bicara. Jakarta: Sinar Harapan.

Munandar.SC. Utami. 1993.” Upaya Peningkatan Kehidupan Sastra di Indonesia:Tinjauan Psikologis,” dalam Warta hiski, Nomor 9/10 Desember.











Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking