Sondag 30 Junie 2013

wanita dan busana



WANITA DAN BUSANA
Oleh: Abdul Rosyid

Islam adalah agama yang sangat memuliakan wanita. Jika kita mau kembali mengkorek sejarah pada masa jahilih tentu kita tahu bagaimana perlakuan terhadap wanita saat itu, ia tidak lebih hanya sebuah pemuas nafsu, dan pelayan saja bahkan yang lebih sadis pada saat itu jika ada bayi wanita maka tidak segan dikuburnya hidup-hidup. Islam datang  menyeru “ annisau ngimadul bilad ida sholukhat sholukhatul bilad wa ida fasadat fasadatul bilad,”wanita adalah tiang negara jika baik wanita maka baiklah negara dan jika rusak wanita rusaklah negara.  Hal tersebut dapat kita buktikan dengan beberapa peristiwa; bagaimana Qabil dan Habil saling bunuh kraena berebut Iqlima, Napoleon Bonaparte singa daratan Eropa tunduk dibawah kaki  Margret Jospein, Julius Kaisar gagah berani tnduk dibawah kaki Cleo Patra, dan masih banyak lagi peristiwa lain yang tercatat sejarah.
Jika demikian halnya, hedaknya wanita mampu menempatkan dirinya sebagai manusia terhormat sebagai mana islam telah memulyakannya. RA. Kartini merupakan salah satu tokoh yang tidak akan terlupakan dalam catatan sejarah bangsa kita terutama dalam peranannya mengangkat harkat, derajat, dan martabat wanita yang sering disebut “imansipasi wanita”. Pertanyaanya adalah  iansipasai yang bagai mana dan seperti apa?. 
Banyak peristiwa menyedihkan tercatat dalam diary harian bangsa indonesia. Salah satu catatan itu adalah perlakuan tidak manusiawi terhadap kaum wanita, mulai pemerkosaan, pecandu narkoba dsb. Hendaknya dengan berbagai fenomena itu kita lekas bangkit dari keterpurukan. Kita dapat memulainya dengan cara berpakaian, khususnya kaum hawa sebab islam mengatur begitu rapi prihal busana ini terkhusus bagi wanita. Seperti apa itu? Berikut akan kami jelaskan seklumit dari prihal busana tersebut:
1.    Busana wanita hendaknya menutup seluruh anggota tubuh yang termasuk kategori aurat.
     Dalam hal ini kita telah tau bahwa seluruh dari anggota tubuh wanita adalah aurat kecuali telapak tangan dan wajah. Aurat dalam istilah isalam dimaknai suatu cacat, mungkinkah kita akan menampakkan cacat kita pada orang lain. Tatkala manusia kehilangan rasa malu terhadap sesama manusia yang jelas terlihat secara zahir bagaimana ia akan malu kepada Allah yang tidak terlihat sacar zahir?, sebab itu Rasullulah bersabda “malu sebagian dari iman” sebab malu merupakan sebagian dari kontrol terhadap perbuatan manusia.
2.    Busana wanita hendaknya tidak ketat.
     Hal ini bukan hal asing di zaman sekarang bahkan tidak hanya ketat tapi busana yang sama sekali tidak menutup aurat alias berpakaian tapi telanjang. Allah memerintahkan kita menutup aurat logika bahasanya adalah menutup tentu penutup dengan sesuatu yang di tutup tidaklah menempel, coba kita cermati kata ini ”menutup nasi”  tentu berbeda dengan kata membalut dan membungkus sebab membungkus dan membalut sesuatu yang dibungkus akan menempel dengan bungkus tersebut. Berpakaian yang ketat tidaklah menutup aurat sebab lekuk-lekut tubuhnya tetaplah terlihat. Anehnya hal ini sekarang menjadi suatu tren.
3.    Busana muslimah hendaknya tidak temeram.
     Temeram dalam arti menerawang jika dilihat warna tubuh atau kulitnya masih terlihat. Bahkan dalam khujah ulama pernah dipermasalahkan bagai mana seseorang yang sholat dengan pakaian tipis atau menerawang, maka para ulama bersepakat ia sama saja tidak menutup auratnya , kalau demikian sholatnya tetntu tidak absah.
4.    Tidak berbusana yang berlebihan
     Dalam berbusana hendaknya wanita jangan melebihi batas wajar, terlampau menor, seksi, dsb. Sebab hal yang demikian  dapat mengundang perhatian orang lain yang dapat menyebabkan terjadinya zinatal ain’.
5.    Usahakan memakai warna-warna gelap kalaupun warna cerah hendaknya berbahan yang tebal. Warna yang terang akan cendrung temeram coba kita perhatikan bagaimana ketika ia melewati sebuah cahaya tentu akan nampaklah bayangan bentuk tubuhnya.
6.    Jangan berbusana menyerupai laki-laki.
     Bukan hal baru yang demikian, wanita berbusana mirip laki-laki dengan berbagai alasan seperti berabut pendek memakai celana yang mirip laki-laki dsb. Rasullulah bersabda “laki-laki yang menyerupai perempuan dan sebaliknya maka terlaknatlah ia”.
7.    Tidak menampakkan perhiasan kecuali hanya pada muhrim, budak, dan orang yang tidak memiliki nafsu padanya (bukan selain muhrim).
8.    Jangan memakai weangian yang beraroma menyengat.
Bersambung...........................lain waktu...................
Cp: 0852 1084 8034 / 0819 5946 6020 (Via SMS).

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking