Maandag 17 Junie 2013

peranan media audio visual dalam pembelajaran



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
pembelajaran adalah proses tranformasi pengetahuan, budaya, dan ilmu dari suatu generasi tua kepada generasi muda. Dalamproses tranformasi tersebut dapat dilakukan melalui beberapa proses baik yang bersifat formal maupun non-formal. Proses yang formal berate dilakukan melalui sebuah system, lembaga, dan langkah-langkah yang teratur dan terencana, sedangkan yang non-formal tidak teratur dan terencana bahkan kadang tanpa unsur kesengajaan. Dalam proses pembelajaaran peranan suatu media sangatlah membantu seorang pedidik, sebab dengan media tersebut pembelajar (siswa) akan dapat mengetahui secara langsung apa yang dituturkan dan di jelaskan oleh pengajar.

1.2  Rumusan Masalah
1.      apa pengertian media pembelajaran?
2.      apa pengertian media audio?
3.      bagai mana memanfaatkan media audio dalam pembelajaran?

1.3  tujuan penulisan
penulisan makalah ini bertujuan untuk mengtahui peranan suatu media audio dalam sebuah pembelajara serta menambah suatu pengetahuan bagi para calon guru tentang fungsi dan teori pemanfaatan sebuah media terhadap proses belajar mengajar yang hubungannnya dengan pengetahuan yang kita sampaikan.









BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan seorang pengajar dalam proses tranformasi pengetahuan, budaya, ilmu dari satu generasi ke generasi lain untuk mempermudah proses belajar mengajar tersebut dipahami oleh para peserta didik dari apa yang diujarkan dan di jelaskan oleh pendidik.
2.2 Pengertian Media Audio
Media Dengar (Media Audio) adalah alat media yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran saja. Pada penggalan ini berturut-turut dibahas Media Dengar yaitu Radio Rekaman Suara (Audio Cassete Tape Recorder). media pembelajaran, adalah suara-suara ataupun bunyi yang berkaitan dengan materi pembelajaran direkam dengan menggunakan alat perekam suara, kemudian hasil perekaman tersebut diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya.
Media Audio Menurut sadiman ( 2005:49 ) adalah media untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambang–lambang auditif, baik verbal ( ke dalam kata–kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal.
Sedangkan menurut sudjana dan Rivai ( 2003 :129 ) Media Audio untuk pengajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif ( pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar – mengajar.
Media audio mempunyai sifat yang khas, yaitu:
• Hanya mengandalkan suara (indera pendengaran)
• Personal
• Cenderung satu arah
• Mampu menggugah imaginasi
Kaitannya dengan audio sebagai media pembelajaran , dapat disimpulkan bahwa Media Audio Pembelajaran yaitu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau rangkaian pesan materi pembelajaran melalui suara - suara ataupun bunyi yang direkam menggunakan alat perekam suara , kemudian diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya.

2. 3 Fungsi Media Audio
Fungsi media audio menurut Arsyad ( 2003 : 44 ) beliau mengutip pendapat sudjana dan Rivai ( 1991 : 130 ) adalah untuk melatih segala kegiatan pengembangan keterampilan terutama yang berhubungan dengan aspek–aspek keterampilan pendengaran, yang dapat dicapai dengan media audio ialah berupa :
1.      Pemusatan perhatian dan mempertahankan perhatian.
2.      Mengikuti pengarahan.
3.      Melatih daya analisis.
4.      Menentukan arti dan konteks.
5.      Memilah informasi dan gagasan.
6.      Merangkum , mengingat kembali dan menggali informasi.
Fungsi lain dari Media Audio adalah sebagi alat Bantu bagi para pendidik, karena sifatnya hanya sekedar membantu, maka dalam pemamfaatannya memerlukan bantuan metode atau media lain, sehingga pengalaman dan pengetahuan siap dimiliki oleh pendengar yang akan membantu keberhasilan.
Selain itu juga Sudjana (2005 : 129 ) menambahkan pemanfaatan fungsi Media Audio dalam pengajaran terutama digunakan dalam :
1.      Pengajaran musik literaty ( pembacaan sajak ) , dan kegiatan dokumentasi.
2.      Pengajaran Bahasa Asing , baik secara Audio ataupun secara Audio Visual.
3.      Pengajaran melalui radio atau radio pendidikan.
4.      Paket–paket untuk berbagai jenis materi , yang memungkinkan siswa dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi.
2.4 Manfaat Media Audio
Pada uraian sebelumnya telah dikemukakan tentang manfaat (sisi positif) dari media audio. Sebagaimana media Radio, media audio juga merupakan media pembelajaran yang sifatnya searah, sehingga jika ada sesuatu yang kurang jelas peserta didik tidak bisa langsung bertanya.
Namun demikian, karena sifatnya rekaman, maka jika ada sesuatu yang kurang jelas peserta didik dapat memutarnya kembali secara berulang-ulang di mana saja dan kapan saja, sampai akhirnya peserta didik dapat memperoleh kejelasan tentang materi yang sedang mereka pelajari. Untuk mengatasi kelemahan ini maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
a. Materi yang ada di progam Audio maupun Radio hendaknya mampu memotivasi agar peserta didik tertarik untuk mendengarkannya sampai selesai. Sehubungan dengan hal ini unsur menghibur perlu diperhatikan tentunya, agar peserta didik tidak bosan dan senang mendengarkannya sampai program selesai.
b. Adanya jadwal atau acara tatap muka, yaitu pertemuan antara pendidik dengan peserta didiknya guna mendiskusikan berbagai kesulitan yang ditemui dalam mempelajari materi pembelajaran yang dikemas dalam Media Audio.
2.5 Media Audio
1. Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa–peristiwa penting dan baru, masalah–masalah kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif. Media ini juga mampu merangsang partisipasi aktif bagi si pendengar.
2. Kaset – Audio
Disini khusus membahas kaset audio yang sering digunakan di sekolah. Memiliki keuntungan yaitu merupakan media yang ekonomis dan praktis, karena biaya pengadaan dan perawatan sangat murah dan mudah didapatkan.
3. Alat perekam magnetic
Alat perekam magnetik atau tape recorder adalah salah satu alat elektronik yang mampu merekam suara secara manual dan merupakan salah satu media yang memiliki peranan yang sangat penting dalam penyampaian keakuratan sebuah informasi. Alat ini sangat cocok digunakan sebagai media pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
2.6 Langkah Penerapan
Dalam pembuatan atau penggunaan media ada beberapa peralatan pokok yang
Harus diperhatikan yaitu : mikrofon, alat perekam (recorder ), alat pemutar hasil rekaman (player), alat penyampur sumber suara (mixer) dan beberapa fasilitas lainnya yang diperlukan, Rivai ( 2005 : 152 ). Langkah–langkah untuk mempersiapkan Media Audio, Arsyad (2003:46 ) adalah :
a)      Mempersiapkan diri
b)      Mempersiapkan kesiapan siswa
c)      Mendiskusikan membahas materi program audio.
d)     Mendengarkan materi audio yang akan dibahas.
Sedangkan menurut, Sudjana (2005:130) langkah–langkah yang harus dipersiapkan dalam menggunakan media audio meliputi tiga hal, yaitu :
a)   Langkah persiapan meliputi: persiapan dalam merencanakan, memberikan pengarahan terhadap siswa mengenai ide-ide yang sulit, menentukan sasaran dan periksa peralatan.
b)   Langkah penyajian meliputi: menyajikan waktu yang tepat, mengatur situasi ruangan, berikan motivasi untuk siswa.
c)   Tindak lanjut.
Teknik penggunaan rekaman menurut, Hamalik ( 1994 : 103 ) antara lain :
a)      Kelas harus dibawa kearah belajar mendengarkan rekaman secara aktif
b)      Guru hendaknya mengenal dan memahami rekaman tersebut
c)      Menguasai penggunaan rekaman dan cakap mempergunakan rekaman
d)     dalam belajar.
e)      Kegiatan lanjutan.
Teknik dalam perekaman radio pendidikan, Sudjana ( 2005: 139 ), mengusulkan hal–hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
a)   Pilih subjek atau tema yang menarik dan mengundang perhatian mereka.
b)   Tentukan garis- garis besar cerita atau membuat synopsis.
c)   Tentukan pemain, pelaku, penangungjawab dan sebagainya.
d)  Adakan latihan diluar studio untuk melatih penjiwaan mereka.
e)   Pilih sound effect yang sesuai, kemudian coba rekam dan adakan revisi.
2.7  Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Media Audio , Sadiman ( 2005 : 50 ) , adalah :
1.      Harga murah dan variasi program lebih banyak dari pada TV.
2.      Sifatnya mudah untuk dipindahkan.
3.      Dapat digunakan bersama – sama dengan alat perekam radio, sehingga dapat diulang atau diputar kembali.
4.      Dapat merangsang partisifasi aktif pendengaran siswa, serta dapat mengembangkan daya imajinasi seperti menulis, menggambar dan sebagainya.
5.      Dapat memusatkan perhatian siswa seperti membaca puisi, sastra, menggambar musik dan bahasa
Kelebihan lainnya dari Media Audio, Sadiman ( 2005 : 51 ) , yaitu :
1.      Dapat menggantikan Guru dengan lebih baik, misalnya menghadirkan ahli dibidang-bidang tertentu, sehingga kelemahan guru dalam mengajar tergantikan.
2.      Pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi ilmiah maupun metodis. Ini mengingat Guru kita terkadang jarang mempunyai waktu yang luang dan sumber untuk mengadakan penelitian.
3.      Dapat menyajikan laporan seketika, karena biasanya siaran – siaran yang aktual itu dapat memberikan kesegaran pada sebagian besar topik.
4.      Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.
Kelebihan Media Audio, Arsyad ( 2003 : 45 ) , adalah :
1.      Merupakan peralatan yang sangat murah dan lumrah sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat.
2.      Rekaman dapat digandakan untuk keperluan perorangan sehingga isi pesan dapat berada ditempat secara bersamaan.
3.      Merekam peristiwa atau isi pelajaran untuk digunakan kemudian.
4.      Rekaman dapat digunakan sendiri sebagai alat diagnosis guna untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca, mengaji dan berpidato.
5.      Dalam pengoperasiannya relatif sangat mudah.
Kekurangan Media Audio, Arsyad( 2003 : 46 ) , adalah :
1.      Dalam suatu rekaman sulit menemukan lokasi suatu pesan atau informasi, jika pesan atau informasi tersebut berada ditengah–tengah pita, apalagi jika radio, tape tidak memiliki angka – angka penentuan putaran.
2.      Kecepatan rekaman dan pengaturan trek yang bermacam–macam menimbulkan kesulitan untuk memainkan kembali rekaman yang direkam pada suatu mesin perekam yang berbeda.
Sedangkan menurut Rivai ( 2005 : 131 ) penggunaan Media Audio dalam dunia pengajaran memiliki kekurangan antara lain :
1.      Memerlukan suatu pemusatan pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu,
sehingga pengertiannya harus didapat dengan cara belajar khusus.
2.      Media Audio yang menampilkan symbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah abstrak, sehingga pada hal – hal tertentu memerlukan bantuan pengalaman visual.
3.      Karena abstrak, tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui tingkatan penguasaan pembendaharaan kata – kata atau bahasa, serta susunan kalimat.
4.      Media ini hanya akan mampu melayani secara baik bagi mereka yang sudah
mempunyai kemampuan dalam berfikir abstrak.
5.      Penampilan melalui ungkapan perasaan atau symbol analog lainnya dalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman analog tersebut pada si penerima. Bila tidak bisa maka akan terjadi kesalah pahaman.

















DAFTAR RUJUKAN
Sujana, nana. 1989. Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking